Rabu, 26 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Kementerian PU Dukung Penanganan Karhutla di Kabupaten Banjar melalui Kesiapsiagaan Sumber Daya Air  ·  Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, 41 Ribu Hektare Sawah dan 616 Ribu Jiwa Terbantu  ·  Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT  ·  Dukung Penanganan Karhutla, Kementerian PU Kerahkan Truk Tangki Air di Tanjung Selor  ·  Kementerian PU Periksa Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa di Manggarai Barat  ·  Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Tangki Air Untuk Kekeringan di Kalbar  ·  Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal  ·  Kementerian PU Kembali Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Ende dan Pasien di RSUD Aeramo
Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT

Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT

Berita Pu 2 dibaca

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya menanggulangi dampak bencana gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya ini difokuskan pada percepatan pendataan kerusakan infrastruktur sumber daya air serta penyediaan kebutuhan esensial bagi warga yang terdampak. Terkait hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa langkah penanganan pascabencana dieksekusi secara tanggap dengan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Beliau menambahkan bahwa fokus kementerian saat ini adalah memastikan kelangsungan hidup masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar di area bencana, serta merumuskan strategi penanganan yang tepat agar infrastruktur yang rusak dapat segera beroperasi kembali sebagaimana mestinya.

Berdasarkan pendataan hingga 20 Agustus 2026, sejumlah kerusakan pada sistem irigasi di wilayah NTT telah berhasil diidentifikasi. Pada Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan Lanjutan, kerusakan fisik terjadi pada struktur beton bertulang di bangunan pembagi air, saluran, talang, badan jalan inspeksi, hingga fasilitas rumah jaga. Sementara itu, pada DI Mbay Kiri Lanjutan, tercatat adanya kerusakan pada saluran tersier sepanjang 250 meter serta patahan di tiga lokasi berbeda yang secara langsung berdampak pada sekitar 175 hektare lahan. Dampak gempa juga memicu tanah longsor yang merusak infrastruktur pada Sub DI Wae Cecu di jaringan DI Wae Mantar, di mana saluran primer sepanjang 100 meter hancur. Kerusakan serupa akibat longsoran tebing juga ditemukan menimpa saluran primer sepanjang 650 meter di Sub DI Wae Mau/Satarmese yang masih berada dalam kawasan DI Wae Mantar.

Di samping melakukan pendataan kerusakan infrastruktur fisik, Kementerian PU juga aktif memberikan dukungan logistik berupa pasokan air bersih untuk masyarakat di lokasi terdampak. Untuk wilayah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, sebanyak 5.000 liter air bersih telah berhasil didistribusikan ke posko pengungsian. Bantuan pasokan air juga disalurkan ke Desa Berangkolong di kecamatan yang sama dengan total volume mencapai 20.000 liter. Penyaluran bantuan tersebut dibagi menjadi tiga titik, yakni 5.000 liter untuk lokasi pengungsian mandiri warga, 5.000 liter untuk Kodim Reok, dan 10.000 liter untuk Polsek Reok. Selain bantuan air bersih dalam bentuk tangki, kementerian turut membagikan 150 dus air mineral kemasan bagi masyarakat yang berada di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau dan menginventarisasi kondisi infrastruktur yang terdampak bencana alam tersebut. Hasil identifikasi ini akan dijadikan landasan utama dalam merumuskan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi ke depannya. Pada saat yang bersamaan, pemerintah juga akan terus memastikan bahwa upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak tetap berjalan lancar sesuai dengan dinamika dan kondisi nyata di lapangan.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!