Kementerian PU Kebut Program Prioritas Presiden, DPR Beri Apresiasi Penuh
Jakarta – Pelaksanaan berbagai program infrastruktur prioritas Presiden pada Tahun Anggaran 2026 yang digawangi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Hingga akhir Mei 2026, sederet proyek strategis terus mencatatkan tren positif di lapangan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa akselerasi program-program prioritas ini merupakan fokus utama instansinya tahun ini. Pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh proyek berjalan sesuai kontrak—tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.
“Percepatan program-program prioritas ini terus kami kawal ketat. Kami pantau langsung kesiapan pelaksanaan, hambatan di lapangan, hingga ketepatan jadwalnya, khususnya untuk proyek akses jalan daerah, pengendalian banjir, Sekolah Rakyat, dan jaringan irigasi,” terang Menteri Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (2/6/2026).
Rincian Progres Fisik yang Melampaui Target
Akselerasi di lapangan dibuktikan melalui angka capaian progres fisik dan keuangan yang cukup masif. Berikut adalah rincian capaian sejumlah proyek unggulan per akhir Mei 2026:
- Pendidikan: Pembangunan 93 unit Sekolah Rakyat mencatat progres fisik 67,50%, sementara revitalisasi 856 madrasah telah menyentuh 41,88%.
- Konektivitas Daerah: Pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 408,57 km serta jembatan sepanjang 375,88 meter sukses mencapai progres fisik 75,10%.
- Ketahanan Pangan: Penanganan jaringan irigasi seluas 19.760 hektare mencatatkan progres fisik yang luar biasa, yakni 82,73%
- Sentra Pangan Baru: Proyek Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPEAN) Wanam di Papua Selatan mencatat progres 12,67%, mencakup pembukaan akses jalan 138,5 km dan pengendalian banjir untuk 7.503 hektare lahan.
Kementerian PU juga membuktikan komitmennya pada program padat karya melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). Anggaran sebesar Rp5,48 triliun dialokasikan untuk 15.364 lokasi yang tersebar di berbagai daerah, mencakup program sanitasi, air bersih, hingga pembangunan jembatan gantung.
Sementara itu, untuk penanganan pascabencana di wilayah Sumatra, seluruh akses jalan dan jembatan nasional yang terdampak kini telah pulih dan fungsional 100%.
Serapan Anggaran Tertinggi dan Apresiasi Parlemen
Kinerja cepat Kementerian PU tercermin dari realisasi serapan anggarannya. Tercatat hingga 31 Mei 2026, serapan anggaran telah mencapai Rp33,49 triliun atau 31,39% dari total pagu Rp106,71 triliun. Capaian progres fisik keseluruhan yang berada di angka 35,71% ini diklaim jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 dan 2025.
Langkah taktis kementerian ini mendapat sambutan hangat dari parlemen. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, secara khusus memberikan apresiasi atas performa apik Kementerian PU.
“Komisi V DPR RI sepakat dengan Kementerian PU untuk terus mempercepat pelaksanaan program pembangunan strategis. Kami mendukung penuh peningkatan efektivitas program prioritas Presiden serta penguatan sinergi dalam pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2026 agar target tercapai optimal,” pungkas Lasarus.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!