Sabtu, 08 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 Rampung, Perkuat Konektivitas dan Pemerataan Ekonomi Wilayah Timur Pula  ·  Menteri Dody Pastikan Kementerian PU Tangani 492 Titik Kekeringan  ·  Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lombok Barat yang Terdampak Kekeringan  ·  Kementerian PU Kolaborasi dengan PMI Tangani Dampak Kekeringan di Kabupaten Kubu Raya  ·  Sudah Fungsional, Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara Siap Sambut MPLS Tahun Ajaran 2026-2027  ·  Menteri Dody Pastikan Rehabilitasi Irigasi Rawa Sawah di Kuantan Singingi Perkuat Swasembada Pangan  ·  Tinjau Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri Dody Targetkan Pembangunan Tuntas Akhir Agustus  ·  Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air di Aceh Tetap Aman saat Musim Kemarau
Kebut Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Bangun Permanen 47 Jembatan di Sumatra

Kebut Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Bangun Permanen 47 Jembatan di Sumatra

Berita Pu 27 dibaca

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pengerjaan konstruksi permanen terhadap 47 jembatan pascabencana di wilayah Sumatra, yang mencakup Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Total panjang jembatan yang ditangani dalam fase permanen ini mencapai 3.932,1 meter.

Langkah strategis ini dieksekusi usai pemerintah berhasil memfungsikan akses darurat melalui penanganan 48 jembatan (sepanjang 1.876,3 meter) guna menjaga urat nadi mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur pascabencana dilakukan secara sistematis dan bertahap. Setelah akses darurat terbuka, fokus pemerintah kini bergeser pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen agar infrastruktur dapat beroperasi optimal secara jangka panjang.

"Yang kita kejar bukan sekadar konektivitas yang kembali tersambung, melainkan juga memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun kembali ini mampu memberikan pelayanan yang aman, andal, dan tangguh bagi masyarakat," ujar Menteri Dody.

Tahap Darurat Tuntas, 48 Jembatan Fungsional

Berdasarkan data Kementerian PU per 25 Juli 2026, seluruh target 48 jembatan pada fase penanganan darurat telah beroperasi dan fungsional. Rincian penanganan tersebut meliputi:

  • Aceh: 25 titik (14 jembatan nasional dan 11 jembatan daerah).

  • Sumatra Utara: 13 titik (9 jembatan nasional dan 4 jembatan daerah).

  • Sumatra Barat: 10 titik (7 jembatan nasional dan 3 jembatan daerah).

Metode penanganan darurat di lapangan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai dari perakitan jembatan Bailey, pemasangan box culvert, penanganan fondasi (oprit), perkuatan struktur eksisting, hingga pembersihan material longsor dan normalisasi alur sungai.

Progres Konstruksi Permanen Capai 34 Persen

Seiring dengan berjalannya akses darurat, Kementerian PU langsung mengeksekusi pembangunan 47 jembatan permanen. Hingga akhir Juli 2026, rata-rata progres fisik proyek ini telah menyentuh angka 34,38 persen.

Proyek infrastruktur permanen tersebut tersebar di tiga provinsi, yakni:

  • Aceh: 30 jembatan (21 jembatan nasional, 9 jembatan daerah).

  • Sumatra Utara: 8 jembatan nasional.

  • Sumatra Barat: 9 jembatan (4 jembatan nasional, 5 jembatan daerah).

Sejumlah proyek bahkan mencatatkan kemajuan yang sangat signifikan. Di Aceh, pembangunan Jembatan Lawe Mengkudu I dan Ulee Langa telah melampaui progres 90 persen. Prestasi gemilang juga tercatat di Sumatra Barat, di mana empat infrastruktur—yakni Jembatan Marga Yasa A, Marga Yasa B, Sungai Indarung, dan Batang Lolo—telah rampung 100 persen.

Untuk memastikan seluruh proyek selesai sesuai target, Kementerian PU terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait. Pemulihan infrastruktur di Sumatra ini diharapkan segera mengembalikan kelancaran distribusi logistik sekaligus memacu roda ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat pascabencana.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!