Jumat, 07 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Tinjau Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri Dody Targetkan Pembangunan Tuntas Akhir Agustus  ·  Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air di Aceh Tetap Aman saat Musim Kemarau  ·  Tembus Medan Ekstrem, Kementerian PU Kebut Proyek Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo–Elelim  ·  Tangkal Dampak El Nino, Kementerian PU Atasi 294 Titik Kekeringan di Seluruh Indonesia  ·  Gerak Cepat Kementerian PU Atasi Longsor Lembah Anai, Jalur Padang–Bukittinggi Pulih dalam Hitungan  ·  Kebut Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Rampungkan Perbaikan Jalur Utama Lembah Anai  ·  Atasi Dampak El Nino, Kementerian PU Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Situbondo  ·  Kemarau Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bendungan Karian Tetap Aman untuk Warga dan Iri
Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air di Aceh Tetap Aman saat Musim Kemarau

Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air di Aceh Tetap Aman saat Musim Kemarau

BeritaPu 12 dibaca
Jakarta - Berikut hasil parafrase yang tetap mempertahankan makna, urutan informasi, dan struktur isi berita (orientasi, isi, dan penutup) dengan bahasa Indonesia yang baku.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadikan Bendungan Keureuto yang berlokasi di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, sebagai salah satu langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air, khususnya dalam menghadapi musim kemarau berkepanjangan dan dampak fenomena El Nino. Bendungan ini termasuk dalam proyek bendungan prioritas nasional yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan sumber daya air dan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara optimal agar kebutuhan air masyarakat maupun sektor pertanian tetap terpenuhi, terutama ketika terjadi kekeringan akibat musim kemarau. Menurutnya, Kementerian PU terus mengoptimalkan pengoperasian bendungan beserta infrastruktur sumber daya air lainnya untuk menjamin ketersediaan air baku, mendukung sistem irigasi, serta mengendalikan risiko banjir. Melalui pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan, pemerintah berupaya memastikan pasokan air tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Bendungan Keureuto merupakan salah satu bendungan terbesar di Provinsi Aceh dengan kapasitas tampung mencapai 215,94 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 896,39 hektare. Infrastruktur ini memberikan berbagai manfaat, terutama dalam mendukung sektor pertanian melalui penyediaan irigasi bagi lahan seluas 14.695 hektare yang terhubung dengan jaringan irigasi sepanjang 75,94 kilometer. Keberadaan bendungan tersebut juga mampu meningkatkan indeks pertanaman dari 200 persen menjadi 300 persen, sehingga petani dapat melakukan penanaman hingga tiga kali dalam satu tahun. Peningkatan intensitas tanam tersebut berdampak pada rata-rata produksi padi yang mencapai 5,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Keureuto dirancang sebagai bendungan multiguna yang berfungsi menyediakan air baku, mengendalikan banjir, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Bendungan ini mampu menyediakan air baku sebesar 0,65 meter kubik per detik sekaligus mengurangi potensi banjir pada wilayah hilir seluas kurang lebih 627 hektare. Di samping itu, bendungan ini memiliki potensi pengembangan energi listrik hingga 185,62 MW melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dipadukan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.

Secara keseluruhan, keberadaan Bendungan Keureuto diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat secara berkelanjutan, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi risiko kekeringan akibat musim kemarau maupun fenomena El Nino. Pembangunan bendungan ini juga sejalan dengan Visi PU 608 yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran dan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif. Dengan demikian, setiap investasi infrastruktur diharapkan dapat menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar, memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pencapaian target penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga di bawah angka 6.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!