Sabtu, 08 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 Rampung, Perkuat Konektivitas dan Pemerataan Ekonomi Wilayah Timur Pula  ·  Menteri Dody Pastikan Kementerian PU Tangani 492 Titik Kekeringan  ·  Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lombok Barat yang Terdampak Kekeringan  ·  Kementerian PU Kolaborasi dengan PMI Tangani Dampak Kekeringan di Kabupaten Kubu Raya  ·  Sudah Fungsional, Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara Siap Sambut MPLS Tahun Ajaran 2026-2027  ·  Menteri Dody Pastikan Rehabilitasi Irigasi Rawa Sawah di Kuantan Singingi Perkuat Swasembada Pangan  ·  Tinjau Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri Dody Targetkan Pembangunan Tuntas Akhir Agustus  ·  Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air di Aceh Tetap Aman saat Musim Kemarau
Tangkal Dampak El Nino, Kementerian PU Atasi 294 Titik Kekeringan di Seluruh Indonesia

Tangkal Dampak El Nino, Kementerian PU Atasi 294 Titik Kekeringan di Seluruh Indonesia

Berita Pu 18 dibaca

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan langkah mitigasi masif guna menekan dampak fenomena El Nino. Hingga akhir Juli 2026, tercatat sebanyak 294 titik kekeringan di seluruh Indonesia telah dan sedang ditangani oleh pemerintah.

Dari total tersebut, 180 titik berlokasi di daerah irigasi pertanian dan 114 titik lainnya berada di kawasan permukiman warga. Laporan Kementerian PU menyebutkan bahwa 202 titik (68,7 persen) telah berhasil ditangani sepenuhnya, sementara 92 titik sisanya masih dalam tahap pengerjaan darurat.

Langkah cepat ini diambil untuk menjamin ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat sekaligus mengamankan produktivitas pertanian nasional di tengah puncak musim kemarau.

Gandeng BRIN, Manfaatkan Teknologi Isotop

Menteri PU, Dody Hanggodo, memaparkan bahwa strategi penanganan saat ini difokuskan pada pencarian sumber-sumber air baru, khususnya pemanfaatan air bawah tanah untuk menyuplai sentra produksi pangan.

"Target kita saat ini adalah mencari sumber air bawah tanah sebanyak mungkin dan segera mengalirkannya ke sawah-sawah terdekat. Kita harus memastikan produktivitas petani tidak anjlok meskipun sedang dilanda kekeringan," tegas Menteri Dody.

Guna mempercepat eksplorasi sumber air tersebut, Kementerian PU menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memanfaatkan teknologi isotop. Inovasi pelacakan potensi air tanah ini merupakan wujud nyata implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemanfaatan teknologi dioptimalkan demi menopang ketahanan pangan nasional.

Mitigasi Irigasi dan Operasi Modifikasi Cuaca

Area persawahan menjadi prioritas utama penanganan. Dari 180 titik irigasi yang terdampak kekeringan, 160 lokasi sudah rampung ditangani, sedangkan 20 lokasi dalam proses penyelesaian.

Berbagai langkah taktis kedaruratan yang diterjunkan meliputi:

  • Pemompaan air dari sungai ke lahan persawahan.

  • Normalisasi saluran irigasi eksisting.

  • Peninggian tanggul saluran secara darurat menggunakan karung pasir (sandbag).

  • Instalasi jaringan pipa untuk mendongkrak debit air.

  • Pembangunan saluran irigasi tersier agar jangkauan air ke lahan terdampak lebih maksimal.

Selain pendekatan infrastruktur darat, Kementerian PU turut bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI AU untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Salah satu operasi penyemaian awan ini telah sukses dieksekusi di atas Bendungan Jatiluhur pada 30 Juli 2026, bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta II.

"Operasi Modifikasi Cuaca merupakan salah satu instrumen krusial untuk memastikan air tetap mengalir mengisi bendungan dan mengairi sawah-sawah petani di sekitarnya," tambah Menteri Dody.

Distribusi Air Bersih ke Permukiman Warga

Di luar sektor pertanian, krisis air di kawasan permukiman juga mendapat perhatian serius. Dari 114 lokasi permukiman yang dilanda kekeringan, 42 lokasi telah selesai ditangani, sementara 72 lokasi lainnya masih dalam tahap suplai darurat.

Bantuan disalurkan secara langsung melalui distribusi truk-truk tangki air bersih. Langkah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar konsumsi dan sanitasi masyarakat selama kemarau panjang berlangsung.

Melalui rangkaian intervensi infrastruktur dan teknologi ini, pemerintah berharap ketahanan air di seluruh pelosok negeri tetap terjaga demi mewujudkan target besar swasembada pangan yang berkelanjutan.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!