Selasa, 18 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Di Tengah Penanganan Gempa, Menteri Dody Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ende  ·  Usai Pimpin Upacara di Ende, Menteri Dody Langsung Bertolak ke Nagekeo  ·  Menteri PU Pastikan Seluruh Jalan Trans Flores Kembali Fungsional Pascagempa di NTT  ·  Menteri Dody Hadiri Rakor Penanganan Gempa Flores di Labuan Bajo, Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar Segera Ditangani  ·  Kementerian PU Normalisasi Sungai Deket, Siapkan Pasokan Air untuk 440 Hektare Sawah di Lamongan  ·  Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT  ·  Kementerian PU Pantau Infrastruktur Sumber Daya Air di NTT, Tangani Irigasi Terdampak Gempa  ·  Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden
Usai Pimpin Upacara di Ende, Menteri Dody Langsung Bertolak ke Nagekeo

Usai Pimpin Upacara di Ende, Menteri Dody Langsung Bertolak ke Nagekeo

Berita Pu 1 dibaca

Nagekeo - Setelah bertindak sebagai inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, pada Senin (17/8/2026), Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, bergegas melanjutkan perjalanan dinasnya menuju Kabupaten Nagekeo. Kunjungan langsung ini dilaksanakan guna meninjau kondisi lapangan sekaligus mengakselerasi proses penanggulangan dampak bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran Menteri Dody di Nagekeo merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian PU dalam memastikan perbaikan infrastruktur yang rusak dapat berjalan cepat dan kebutuhan esensial masyarakat segera terpenuhi. Setibanya di lokasi, beliau langsung menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa pemerintah pusat wajib hadir dengan sigap di setiap situasi bencana. Merujuk pada arahan Presiden, beliau menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus dipulihkan secepat mungkin.

Guna merealisasikan percepatan tersebut, Menteri Dody menginstruksikan pemerintah daerah untuk segera menyerahkan data awal terkait lokasi infrastruktur yang terdampak. Beliau memahami bahwa data kerusakan bencana bersifat dinamis dan akan terus bertambah, sehingga laporan tahap pertama tidak perlu disusun terlalu rinci. Tujuan utamanya adalah agar tim dari Kementerian PU dapat segera turun melakukan verifikasi lapangan dan mengeksekusi perbaikan. Proses rehabilitasi ini akan difokuskan pada skala prioritas, khususnya pemulihan fasilitas yang bersinggungan langsung dengan pelayanan dasar dan kelancaran mobilitas publik. Pemerintah daerah juga dipersilakan untuk menentukan titik-titik krusial yang membutuhkan penanganan paling mendesak agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.

Saat ini, Kementerian PU telah menjalankan serangkaian tindakan penanganan darurat untuk mempercepat pemulihan kawasan NTT, termasuk di wilayah Nagekeo. Pada sektor pelayanan dasar, Direktorat Jenderal Cipta Karya telah memobilisasi distribusi pasokan air bersih guna memenuhi kebutuhan warga terdampak. Sementara itu, untuk menjamin agar konektivitas wilayah tidak terputus, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah membersihkan material longsor yang merintangi sejumlah ruas jalan nasional. Beberapa jalur yang kini telah berhasil ditangani meliputi ruas jalan Wolowaru-Maumere, Malwatar-Batas Kota Ruteng, serta Aegela-Batas Kota Ende. Kementerian PU berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah, sembari menunggu rampungnya pendataan menyeluruh terkait kondisi area permukiman dan fasilitas umum lainnya.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!