Selasa, 18 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Di Tengah Penanganan Gempa, Menteri Dody Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ende  ·  Usai Pimpin Upacara di Ende, Menteri Dody Langsung Bertolak ke Nagekeo  ·  Menteri PU Pastikan Seluruh Jalan Trans Flores Kembali Fungsional Pascagempa di NTT  ·  Menteri Dody Hadiri Rakor Penanganan Gempa Flores di Labuan Bajo, Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar Segera Ditangani  ·  Kementerian PU Normalisasi Sungai Deket, Siapkan Pasokan Air untuk 440 Hektare Sawah di Lamongan  ·  Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT  ·  Kementerian PU Pantau Infrastruktur Sumber Daya Air di NTT, Tangani Irigasi Terdampak Gempa  ·  Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden
Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Berita Pu 2 dibaca

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah tanggap darurat yang cepat dalam merespons bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di kawasan pantai utara Pulau Flores, tepatnya sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo-Mbay. Respons cepat ini difokuskan pada penanganan infrastruktur jalan guna memastikan aksesibilitas penanggulangan bencana tetap terbuka.

Menyikapi musibah ini, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan rasa duka cita mendalam seraya mendoakan keselamatan serta ketabahan bagi warga terdampak. Sebagai bentuk dukungan nyata, beliau langsung menginstruksikan seluruh jajaran balai Kementerian PU di wilayah NTT untuk meningkatkan status kesiapsiagaan. Menteri Dody menegaskan bahwa kesiapan personel, ketersediaan alat berat, serta sinergi dengan pemerintah daerah merupakan kunci utama agar pemulihan infrastruktur yang rusak dapat dieksekusi secepat mungkin.

Tindak lanjut di lapangan langsung dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga. Mengingat tingginya potensi gempa susulan, proses identifikasi dan pemantauan kondisi infrastruktur dilakukan secara bertahap dan berhati-hati. Hasil evaluasi awal mencatat adanya tebing longsor yang menutupi badan jalan nasional di berbagai ruas, yang meliputi jalur Malwatar–Batas Kota Ruteng, Ruteng–Km 210, Ruteng–Reo–Kedindi, Km 210–Batas Kabupaten Manggarai, Gako–Aigela–Batas Kota Ende, Danga–Maropokot, Kota Ende–Wolowaru, hingga ruas Wolowaru–Maumere.

Untuk menjaga agar konektivitas masyarakat dan jalur distribusi darurat tidak terputus, Kementerian PU telah mendistribusikan armada alat berat ke sejumlah lokasi longsor. Pada wilayah kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3, satu unit loader telah digerakkan menuju titik penanganan. Sementara itu, satu unit ekskavator telah dikerahkan di wilayah PPK 3.4. Adapun untuk area PPK 4.1, penanganan diperkuat dengan dua unit loader yang telah berangkat ke lokasi, serta satu unit ekskavator yang berstatus siaga di wilayah Ende untuk mempercepat pembersihan material yang merintangi jalan.

Kepala BPJN NTT, Janto, menjelaskan bahwa fokus utama tim saat ini murni pada evakuasi material longsor dari badan jalan. Pemeriksaan struktural secara menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan ruas jalan nasional lainnya belum dapat diwujudkan karena petugas di lapangan masih sangat mempertimbangkan faktor keselamatan dari ancaman gempa susulan. Ke depannya, Kementerian PU akan terus memantau dan memutakhirkan data kerusakan di lapangan seiring membaiknya kondisi, agar langkah perbaikan permanen dapat dilakukan berdasarkan asesmen yang akurat demi mendukung proses pemulihan wilayah pascagempa secara utuh.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!