Kamis, 20 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Pasca Gempa NTT, Kementerian PU Percepat Pemulihan SPAM dan Jaringan Distribusi Air Terdampak  ·  Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi dan Persampahan di Lokasi Pengungsian  ·  Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Ende dan Nagekeo  ·  Kementerian PU Buka Akses Titik Longsor di Desa Pulue Ruas Krica–Lidi Pascagempa NTT  ·  Kementerian PU Lepas 20 Kafilah untuk Berlaga pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026  ·  Semarak HUT ke-81 RI, Kementerian PU Inisasi Gerakan Irigasi Bersih  ·  Kementerian PU Percepat Pemenuhan Air Bersih bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue  ·  Gempa NTT, Kementerian PU Turunkan Tim Periksa Rumah Sakit hingga Fasilitas Publik
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi dan Persampahan di Lokasi Pengungsian

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi dan Persampahan di Lokasi Pengungsian

Berita Pu 6 dibaca

Jakarta – Sebagai respons atas bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat upaya penanganan infrastruktur di berbagai kawasan terdampak. Fokus utama dari langkah pemulihan ini diarahkan secara spesifik pada pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat, yang mencakup penyediaan pasokan air bersih, fasilitas sanitasi, serta sistem pengelolaan persampahan darurat.

Terkait langkah tersebut, Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemenuhan air bersih dan sanitasi di titik-titik pengungsian menjadi prioritas mendesak karena berkaitan erat dengan kesehatan dan kelangsungan hidup harian warga. Sejalan dengan arahan pusat, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTT, Didik Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya tengah memetakan kebutuhan pengelolaan sampah dan penyedotan tangki septik (septic tank) akibat melonjaknya aktivitas di posko pengungsian. Untuk menunjang kebutuhan tersebut, Kementerian PU berencana menambah armada truk tinja demi menjaga kebersihan lingkungan pengungsi. Selain itu, Kementerian PU juga proaktif mengidentifikasi kerusakan infrastruktur di Kabupaten Manggarai Barat, yang meliputi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Warloka, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hasil temuan sementara menunjukkan adanya kerusakan berupa retakan hingga gangguan struktural, yang penanganannya akan segera diprioritaskan melalui koordinasi bersama pengelola aset dan pemerintah daerah setempat.

Gerak cepat ini merupakan wujud komitmen nyata Kementerian PU untuk memastikan bahwa infrastruktur dasar tetap dapat melayani masyarakat, terutama di tengah situasi krisis akibat bencana. Langkah strategis ini juga diimplementasikan agar sejalan dengan visi Sasaran Utama PU608, yakni menghadirkan pembangunan infrastruktur yang memberi manfaat langsung bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan roda ekonomi warga. Ke depannya, Kementerian PU akan terus mengintensifkan pemantauan dan sinergi dengan pemerintah daerah beserta seluruh pemangku kepentingan guna menjamin kelangsungan penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!