Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Bekasi, Progres Jembatan Kemang Capai 92%
Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot penyelesaian proyek Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan infrastruktur yang sempat rusak parah akibat banjir pada Maret 2025 lalu ini diharapkan dapat segera memulihkan konektivitas dan kembali menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa percepatan proyek ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kelancaran mobilitas warga di kawasan perkotaan yang padat.
“Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya operasional kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Manfaatnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Menteri Dody.
Diambil Alih Pusat demi Akselerasi Sebelumnya, kerusakan pada fondasi abutmen akibat tergerusan air hujan membuat arus lalu lintas dari dan menuju kawasan Bekasi Selatan lumpuh. Jalur ini sangat krusial karena menjadi akses penghubung strategis antara Tol Bekasi Barat dan Tol Jatiasih.
Meskipun Jembatan Kemang Pratama adalah aset yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bekasi, proses pembangunannya kini ditangani langsung oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat. Langkah pengambilalihan ini semata-mata dilakukan demi mempercepat pemulihan fasilitas publik yang vital bagi distribusi logistik dan aktivitas komuter harian.
Konstruksi Kokoh dan Progres yang Melampaui Target Berdasarkan data per 28 Mei 2026, progres proyek berskema Multi Years Contract (MYC) ini telah mencapai 92,91%. Angka ini menunjukkan deviasi positif sebesar 6,95% karena melampaui target awal perencanaan yang dipatok pada 85,96%.
Proyek dengan total panjang penanganan 410 meter dan lebar 7 meter ini dibangun menggunakan spesifikasi material yang tahan beban tinggi lalu lintas perkotaan:
•Struktur Utama: Menggunakan steel box girder sepanjang 78 meter.
•Fondasi: Diperkuat dengan borepile berdiameter 80 cm dan beton struktur mutu tinggi (FC’30).
Saat ini, proses pemasangan steel box girder telah rampung. Pengerjaan di lapangan kini difokuskan pada tahap penyelesaian akhir (finishing), yakni pengecoran jalan beton (rigid pavement) untuk area oprit serta pengaspalan pada bentang utama jembatan. Proyek ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Agustus 2026.
Rekayasa Lalu Lintas Selama Masa Konstruksi Mengingat lokasi proyek yang berada di titik sibuk, pihak BBPJN terus berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi, Dinas Perhubungan, dan Kepolisian untuk mengatur rekayasa lalu lintas. Pengguna jalan diimbau untuk memperhatikan skema pengalihan rute berikut:
•Dari Jatiasih/Galaxy ke Kemang Pratama: Dialihkan melalui Jalan Ki Ijon Bin Beih menuju Simpang PPI.
•Akses Perumahan Kemang Pratama: Keluar-masuk dialihkan melalui Gerbang 3 di Jalan Siliwangi.
•Dari Pekayon ke Galaxy/Jatiasih: Diarahkan untuk memutar melalui Bundaran Kemang Pratama guna mengurai kepadatan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!