Selasa, 11 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP  ·  Kementerian PU Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Banjar  ·  Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik Aceh, 33 Ribu Ton Material Bencana Diangkut  ·  Tiga Sekolah Rakyat di Jabar Siap Difungsikan, Kementerian PU Pastikan Fasilitas Dukung Belajar Siswa  ·  60 Ton Sampah Diolah di TPST Kebon Talo Mataram yang Dibangun Kementerian PU  ·  Akhir Pekan ke Danau Bakuok, Wisata Baru di Kampar Hasil Revitalisasi Kementerian PU  ·  Kementerian PU Optimalkan Bendungan Tapin untuk Jaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau  ·  Kementerian PU Kerahkan Personel dan Truk Tangki Air Bantu Tangani Karhutla di Kalteng
Kementerian PU Optimalkan Bendungan Tapin untuk Jaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Kementerian PU Optimalkan Bendungan Tapin untuk Jaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Berita Pu #PU #KetahananAir #KetahananPangan 9 dibaca

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengoptimalkan fungsi Bendungan Tapin yang berada di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan sebagai upaya menjaga ketersediaan dan pengelolaan air secara optimal, terutama saat menghadapi musim kemarau. Optimalisasi bendungan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat, sektor pertanian, serta keberlangsungan lingkungan tetap dapat terpenuhi dengan baik. Melalui pengelolaan sumber daya air yang efektif, Bendungan Tapin menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung keseimbangan pemanfaatan air di wilayah tersebut.

Langkah pengoptimalan Bendungan Tapin merupakan bagian dari strategi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam mendukung pencapaian target Swasembada Pangan, khususnya dalam menghadapi potensi kekeringan yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu menjaga ketersediaan pasokan air untuk kebutuhan irigasi pertanian sehingga aktivitas produksi pangan tetap berjalan meskipun terjadi penurunan curah hujan.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Kementerian PU terus melakukan optimalisasi terhadap pengoperasian bendungan dan berbagai infrastruktur sumber daya air lainnya. Upaya tersebut bertujuan untuk memastikan kebutuhan air baku, kebutuhan irigasi, serta fungsi pengendalian banjir tetap berjalan dengan baik. Dengan sistem pengelolaan yang tepat, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan air agar tetap aman, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Secara teknis, Bendungan Tapin yang berada di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III memiliki peran sebagai salah satu infrastruktur utama dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem akibat fenomena El Niño di Kalimantan Selatan. Saat ini, volume tampungan air Bendungan Tapin tercatat mencapai 35.957.287 meter kubik atau sekitar 68,12 persen dari kapasitas tampungan muka air normal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bendungan masih memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan air selama periode musim kemarau.

Lima Peran Strategis Bendungan Tapin dalam Menghadapi Musim Kemarau

Dalam menghadapi puncak musim kemarau dan dampak fenomena El Nino, Bendungan Tapin menjalankan lima peran strategis untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air. Peran pertama yaitu melalui optimalisasi pola operasi waduk atau maximum storage retention. Pengelola bendungan menerapkan sistem operasi dengan mempertahankan ketersediaan air sesuai dengan Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW), sekaligus menjaga elevasi muka air agar tetap berada dalam batas operasi normal.

Peran kedua adalah menjaga kontinuitas pasokan air baku serta kestabilan aliran sungai. Bendungan Tapin mampu menyediakan potensi air baku sebesar 500 liter per detik secara berkelanjutan. Pasokan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi juga membantu mempertahankan debit pemeliharaan sungai agar fungsi lingkungan tetap terjaga.

Peran ketiga dilakukan melalui pemantauan kondisi hidrologi secara presisi dengan memanfaatkan data secara real-time. Pengaturan pelepasan air atau outflow release dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan jumlah air yang masuk dari wilayah hulu (inflow) serta hasil pemodelan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sistem ini memungkinkan pengelola bendungan mengambil keputusan secara lebih tepat sesuai kondisi terkini.

Peran keempat yaitu melakukan penyesuaian terhadap pemanfaatan air di wilayah hilir berdasarkan skala prioritas kebutuhan. Dalam pengelolaannya, kebutuhan air baku masyarakat menjadi prioritas utama sebelum pemanfaatan lainnya, seperti kebutuhan irigasi pertanian, industri, energi listrik, dan sektor pariwisata. Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

Peran kelima adalah melakukan mitigasi terhadap dampak sekunder, khususnya dalam mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pelepasan air secara teratur menuju aliran sungai dan saluran irigasi dapat membantu menjaga kondisi kelembapan tanah serta mengurangi penurunan permukaan air tanah (water table) di wilayah sekitar bendungan.

Optimalisasi Bendungan Tapin menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tepat guna dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan Visi PU 608 yang menekankan pembangunan infrastruktur berkualitas yang mampu memberikan nilai tambah bagi sektor produktif. Dengan pengelolaan sumber daya air yang semakin baik, Bendungan Tapin diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!