Irigasi Tukad Saba Buleleng Dipelihara, Aliran Air Terjaga
Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida melakukan kegiatan pembersihan sedimentasi pada Saluran Irigasi Patemon Kajanan yang berada di Daerah Irigasi (D.I.) Tukad Saba, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan air irigasi, khususnya dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño. Langkah tersebut juga menjadi strategi Kementerian PU di bawah arahan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo untuk mendukung pencapaian target Swasembada Pangan Nasional melalui penguatan infrastruktur sumber daya air.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Ketersediaan jaringan irigasi yang baik dan andal menjadi salah satu faktor utama dalam memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi, sehingga produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan meskipun menghadapi kondisi musim kemarau maupun perubahan iklim.
“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim”, ujar Menteri Dody.
Kegiatan pembersihan sedimentasi dilakukan dengan cara mengangkat endapan lumpur dan material yang menumpuk di sepanjang saluran irigasi. Penumpukan sedimentasi dapat menyebabkan berkurangnya kapasitas aliran air sehingga menghambat proses distribusi air menuju lahan pertanian. Melalui kegiatan tersebut, kapasitas saluran diharapkan dapat kembali optimal sehingga aliran air dapat tersalurkan secara lebih lancar dan merata untuk memenuhi kebutuhan irigasi para petani.
Daerah Irigasi (D.I.) Tukad Saba merupakan salah satu kawasan pertanian produktif di Kabupaten Buleleng dengan jaringan irigasi yang cukup luas. Kawasan ini memiliki saluran primer sepanjang 35.191 meter dan saluran sekunder sepanjang 57.657 meter dengan luas lahan baku mencapai sekitar 3.897 hektare. Wilayah tersebut menjadi salah satu sentra pertanian yang menghasilkan berbagai komoditas unggulan, seperti padi dan berbagai jenis sayuran, yang turut berperan dalam mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Untuk menjaga keberlanjutan fungsi jaringan irigasi tersebut, pemeliharaan infrastruktur sumber daya air secara berkala menjadi langkah penting yang terus dilakukan oleh BWS Bali Penida. Upaya ini bertujuan untuk memastikan sistem distribusi air tetap berjalan dengan baik, terutama pada periode musim kemarau ketika ketersediaan air berpotensi mengalami penurunan akibat perubahan kondisi iklim.
Melalui kegiatan pembersihan sedimentasi pada Saluran Irigasi Patemon Kajanan, Kementerian PU menunjukkan komitmennya dalam mendukung produktivitas sektor pertanian nasional di tengah berbagai tantangan lingkungan dan perubahan iklim. Optimalisasi infrastruktur irigasi ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya target Swasembada Pangan Nasional. Program tersebut juga sejalan dengan Visi PU 608 dalam menghadirkan infrastruktur yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!