Rabu, 22 Juli 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Lewat Program IJD, Kementerian PU Muluskan Akses Ekspor Kayu Arang dan Pariwisata di Kotabaru  ·  Presiden Resmikan 5 Bendungan Baru, Kementerian PU Pastikan Air Irigasi Mengalir ke Sawah Petani  ·  Dorong Pariwisata dan Mitigasi Bencana, Kementerian PU Siap Perpanjang Runway Bandara Bandaneira Jad  ·  Cegah Abrasi dan Intrusi Air Laut, Kementerian PU Lanjutkan Pengamanan Pantai Lampu Satu Merauke  ·  Dukung Pariwisata dan Distribusi Logistik, Kementerian PU Segera Bangun Jalan 12,65 Km di Banda Neir  ·  Bendungan Rukoh Resmi Beroperasi, Jadi Benteng Antibanjir dan Penopang Ketahanan Pangan Aceh  ·  Tinjau Proyek Malam Hari, Menteri PU Kebut Pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara–Merak Jadi 4 Lajur  ·  Percepat Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Kebut Pembangunan SPAM di Pelosok Aceh
Gunakan Inovasi 'Stick on Wall', Kementerian PU Percepat Rampungkan Sekolah Rakyat Sumedang

Gunakan Inovasi 'Stick on Wall', Kementerian PU Percepat Rampungkan Sekolah Rakyat Sumedang

Berita Pu 32 dibaca

SUMEDANG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerapkan metode inovatif stick on wall untuk mempercepat pekerjaan finishing pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai strategi percepatan agar fasilitas pendidikan terpadu tersebut dapat segera difungsikan menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa fokus utama pembangunan Sekolah Rakyat saat ini adalah akselerasi penyelesaian dengan tetap menjaga standar kualitas. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur pendidikan yang memadai merupakan prasyarat penting dalam mencetak generasi muda yang unggul.

“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Per 29 Juni 2026, progres fisik proyek yang berdiri di atas lahan seluas 7,3 hektare ini telah mencapai 87,39 persen. Pengerjaan kompleks dengan total luas bangunan 27.372 meter persegi dan ruang terbuka hijau (RTH) seluas 47.961 meter persegi ini terus dikebut dengan melibatkan sekitar 820 tenaga kerja.

Metode Inovatif Pemangkas Waktu

Kepala Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, menjelaskan bahwa metode stick on wall diaplikasikan pada bagian akhir konstruksi untuk memangkas waktu pelaksanaan, khususnya pada pekerjaan plesteran dan acian dinding.

“Sebagai strategi menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, kami menambah jumlah tenaga kerja. Selain itu, kami melakukan inovasi finishing lewat penggunaan stick on wall untuk mempercepat proses plesteran acian,” kata Tomi.

Guna memastikan kenyamanan siswa, pihak Satker juga mulai menyusun zonasi kawasan. Langkah ini memisahkan bangunan yang telah siap pakai dengan area yang masih dalam tahap konstruksi, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai tanpa terganggu oleh aktivitas proyek.

Kesiapan Fasilitas Modern

Sekolah Rakyat Sumedang dirancang dengan berbagai fasilitas penunjang modern, mulai dari ruang kelas jenjang SD hingga SMA, laboratorium bahasa, komputer, dan kesenian, gedung serbaguna, kantin, dapur, serta lapangan olahraga. Saat ini, fasilitas utama seperti gedung sekolah, gedung serbaguna, kantin, dan dapur dinyatakan telah siap operasional.

Meski demikian, proyek ini sempat menghadapi tantangan teknis. Kondisi lahan yang awalnya berupa persawahan menuntut proses pematangan tanah yang intensif, termasuk penggantian lapisan lumpur dengan material baru yang lebih stabil.

Tantangan lain yang sedang diselesaikan adalah pasokan air bersih dari PDAM yang saat ini baru mengalir dua hari sekali. Ke depan, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk optimalisasi distribusi air.

Sinergi Pembangunan dan Kearifan Lokal

Proyek ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya bersama PT Uno Tanoh Seuramoh melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO), dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Selain memfasilitasi pengadaan lahan, Pemkab Sumedang juga berkomitmen membantu pembangunan gerbang utama sekolah. Rencananya, desain gerbang akan mengusung konsep kearifan lokal sebagai simbol dan identitas budaya kawasan pendidikan tersebut

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!