Jumat, 28 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Kementerian PU Salurkan 29.000 Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Wilayah Sungai Bengawan Solo  ·  Kementerian PU Perkuat Dukungan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Tengah  ·  Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa  ·  Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN  ·  Percepat Penanganan Kekeringan, Kementerian PU Normalisasi Sungai di Lamongan  ·  Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air  ·  Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai  ·  Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla
Percepat Penanganan Kekeringan, Kementerian PU Normalisasi Sungai di Lamongan

Percepat Penanganan Kekeringan, Kementerian PU Normalisasi Sungai di Lamongan

Berita Pu 3 dibaca

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan percepatan penanganan dampak kekeringan yang melanda kawasan persawahan di Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, kementerian ini telah melaksanakan normalisasi sungai sekaligus pembuatan alur air sepanjang 1.670 meter pada Minggu (23/8). Guna melancarkan distribusi air ke jaringan irigasi dan meningkatkan debitnya, sejumlah alat berat beserta mesin pompa telah dikerahkan secara langsung ke lokasi terdampak.

Terkait dengan upaya tersebut, Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kementeriannya terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons dalam menghadapi musim kemarau dengan memaksimalkan ketersediaan sumber daya air demi kelangsungan layanan irigasi. Beliau menekankan bahwa air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, penanganan krisis air harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu melalui optimalisasi infrastruktur agar pasokan yang ada dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal.

Secara teknis, langkah penanganan di DI Bengawan Jero difokuskan pada normalisasi tiga aliran air, yakni Sungai Deket yang merupakan anak Sungai Blawi, Sungai Corong, dan Sungai Malang. Pembukaan alur ini bertujuan untuk memperlancar aliran dari Sungai Blawi agar dapat dipompa menuju jaringan irigasi yang mengairi sawah di Desa Soko (Kecamatan Glagah) dan Desa Ketapangtelu (Kecamatan Karangbinangun). Untuk mencapai target tersebut, Kementerian PU menerjunkan tiga unit ekskavator amfibi, yang didukung pula oleh satu unit ekskavator serupa milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, demi mendongkrak debit air dari Sungai Blawi dan Bengawan Solo, kementerian turut menyiagakan dua unit pompa bergerak (mobile pump) di Pintu Melik II, ditambah dengan enam unit pompa Alkon yang terdiri dari tiga unit berukuran 6 inci dan tiga unit berukuran 3 inci.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Gatut Bayuadji, memaparkan bahwa pengairan lahan persawahan ini akan terus dilanjutkan demi menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan. Hingga saat ini, dari total 539,80 hektare lahan terdampak di DI Bengawan Jero, sebanyak 426,80 hektare telah berhasil dialiri air. Sementara itu, masih tersisa sekitar 113 hektare sawah di kawasan hilir yang menunggu suplai air.

Sebagai tindak lanjut, pada Senin (24/8), kegiatan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi diteruskan kembali. Merespons permohonan dari Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), pembuatan alur sungai juga akan diperpanjang hingga sekitar 4 kilometer demi melancarkan jangkauan distribusi air. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian PU berkomitmen untuk memastikan infrastruktur pengairan tetap berfungsi optimal di tengah kondisi kemarau guna menjamin keberlanjutan ketahanan pangan nasional.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!