Senin, 24 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Kementerian PU Kembali Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Ende dan Pasien di RSUD Aeramo  ·  Kementerian PU Mobilisasi 3 Jembatan Bailey dan Identifikasi Kerusakan Jembatan Wae Pesi, Guna Pulihkan Konektivitas Pascagempa di Flores  ·  Hingga 19 Agustus 2026, Progres Fisik Infrastruktur Kementerian PU Capai 54,84 Persen  ·  Kementerian PU Kembali Raih WTP Atas Laporan Keuangan 2025, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Berturut-turut  ·  Bantuan Air Bersih Kementerian PU Terus Mengalir bagi Warga Terdampak Gempa di Nagekeo dan Manggarai  ·  Pasca Gempa NTT, Kementerian PU Percepat Pemulihan SPAM dan Jaringan Distribusi Air Terdampak  ·  Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi dan Persampahan di Lokasi Pengungsian  ·  Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Ende dan Nagekeo
Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas

Berita Pu 35 dibaca

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus menggencarkan upaya penguatan konektivitas di wilayah perbatasan negara. Langkah konkret tersebut direalisasikan melalui proyek penanganan Jalan Lingkar Krayan yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Utara. Intervensi infrastruktur ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah pusat untuk memperluas aksesibilitas sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di beranda terdepan Indonesia.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari dedikasi pemerintah untuk memastikan jaringan jalan tetap dalam kondisi mantap guna menunjang kelancaran pergerakan antarwilayah dan perekonomian daerah. Beliau memastikan bahwa proses penanganan infrastruktur tersebut dieksekusi secara bertahap, terencana dengan matang, serta berkesinambungan agar jalan senantiasa layak dan aman untuk digunakan.

Secara teknis, proyek Jalan Lingkar Krayan yang masuk dalam kewenangan Jalan Nasional dan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencakup ruas Binuang–Long Bawan. Untuk Tahun Anggaran 2026, Kementerian PU telah mengalokasikan dana khusus untuk program pemeliharaan rutin jalan beserta jembatan. Pemeliharaan ini difokuskan pada dua jalur utama, yakni ruas Semamu–Binuang sepanjang 40,40 kilometer dengan pagu anggaran Rp2,0 miliar, serta ruas Binuang–Long Bawan sepanjang 43,5 kilometer dengan alokasi Rp2,2 miliar. Langkah preservasi ini sangat krusial untuk menjamin kelancaran pergerakan masyarakat dan arus logistik perbatasan.

Selain itu, Kementerian PU juga telah menyepakati langkah optimalisasi penanganan pada ruas Lembudud–Long Layu melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi bersama DPRD Provinsi Kalimantan Utara yang diselenggarakan pada 23 Juli 2026. Optimalisasi tersebut dilakukan dengan merampingkan rancangan lebar jalan dari 6 meter menjadi 4,5 meter, sehingga panjang pengerjaan jalan menjadi lebih efektif. Berkat penyesuaian desain ini, usulan proyek IJD 2026 yang awalnya hanya dirancang sepanjang 2 kilometer berhasil diperpanjang menjadi 3,3 kilometer. Begitu pula dengan paket preservasi jalan berskema kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) 2025–2026 yang mengalami peningkatan target penanganan dari 3,8 kilometer menjadi 4,3 kilometer. Strategi efisiensi ini diterapkan guna memaksimalkan pemanfaatan anggaran sekaligus memperluas jangkauan layanan infrastruktur bagi warga di pelosok perbatasan.

Di samping penanganan oleh pusat, terdapat pula sejumlah ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang dibiayai melalui APBD, di antaranya segmen Long Bawan–Lembudud, Lembudud–Long Layu, hingga Long Rungan–Long Padi. Oleh karena itu, sinergi yang solid dan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah menjadi kunci penentu keberhasilan dalam mewujudkan integrasi konektivitas yang menyeluruh di kawasan Krayan. Ke depannya, Kementerian PU berkomitmen untuk senantiasa menjalin koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan perbatasan. Upaya berkesinambungan ini diharapkan mampu mewujudkan pemerataan pembangunan nasional sekaligus memperkukuh kedaulatan negara di wilayah terluar.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!