Senin, 24 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Kementerian PU Kembali Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Ende dan Pasien di RSUD Aeramo  ·  Kementerian PU Mobilisasi 3 Jembatan Bailey dan Identifikasi Kerusakan Jembatan Wae Pesi, Guna Pulihkan Konektivitas Pascagempa di Flores  ·  Hingga 19 Agustus 2026, Progres Fisik Infrastruktur Kementerian PU Capai 54,84 Persen  ·  Kementerian PU Kembali Raih WTP Atas Laporan Keuangan 2025, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Berturut-turut  ·  Bantuan Air Bersih Kementerian PU Terus Mengalir bagi Warga Terdampak Gempa di Nagekeo dan Manggarai  ·  Pasca Gempa NTT, Kementerian PU Percepat Pemulihan SPAM dan Jaringan Distribusi Air Terdampak  ·  Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi dan Persampahan di Lokasi Pengungsian  ·  Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Ende dan Nagekeo
Fasilitas Lengkap dan Modern, Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Lhokseumawe Siap Fungsional

Fasilitas Lengkap dan Modern, Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Lhokseumawe Siap Fungsional

Berita Pu 27 dibaca

Lhokseumawe – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa infrastruktur Sekolah Rakyat (SR) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, telah siap beroperasi secara fungsional. Fasilitas pendidikan tersebut dipastikan dapat menunjang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Dody saat melakukan inspeksi langsung ke lokasi pada Kamis (30/7/2026). Beliau menjelaskan bahwa pengadaan Sekolah Rakyat ini merupakan perwujudan dari program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mengangkat derajat anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui penyediaan akses pendidikan gratis yang berkualitas tinggi.

Dalam tinjauannya, Menteri Dody mengungkapkan bahwa meskipun terdapat sejumlah bangunan di area belakang yang masih dalam tahap penyelesaian, secara keseluruhan kompleks sekolah tersebut sudah siap dan layak digunakan. Sekolah Rakyat ini dirancang secara khusus dengan fasilitas terintegrasi yang mutunya setara dengan sekolah berasrama (boarding school) swasta unggulan. Para peserta didik tidak hanya digratiskan dari biaya pendidikan, tetapi juga akan menerima fasilitas lengkap, mulai dari perlengkapan pribadi, akomodasi asrama, hingga perangkat teknologi seperti laptop guna mendukung sistem pembelajaran modern. Beliau juga menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat sama sekali tidak bermaksud untuk menjadi kompetitor bagi sekolah-sekolah reguler yang sudah ada. Sebaliknya, institusi ini hadir sebagai pelengkap (complement) guna merangkul anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan akibat keterbatasan finansial.

Terkait progres pembangunan secara regional, proyek Sekolah Rakyat Tahap II di Provinsi Aceh direalisasikan melalui dua paket pengerjaan yang tersebar di beberapa titik. Hingga bulan Juli 2026, Kementerian PU tercatat telah berhasil mendirikan lima unit Sekolah Rakyat di wilayah Aceh. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah sejalan dengan instruksi presiden yang menargetkan pembangunan minimal satu unit Sekolah Rakyat di setiap kabupaten maupun kota.

Secara spesifik, kawasan Sekolah Rakyat Kota Lhokseumawe berlokasi di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat. Kompleks pendidikan terpadu ini berdiri di atas hamparan lahan seluas 8,4 hektare dengan total luas bangunan mencapai 26.376 meter persegi. Pelaksanaan proyek ini dikawal oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh bersama pihak kontraktor pelaksana, yakni KSO PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pembangunan ini dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025–2026 dengan nilai investasi sebesar Rp262,3 miliar. Sekolah ini dirancang untuk mengakomodasi seluruh jenjang pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang seperti asrama, lapangan basket, hingga lapangan minisoccer.

Penyediaan infrastruktur Sekolah Rakyat ini merupakan pilar penting dalam agenda pemerintah untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem, utamanya di daerah-daerah yang membutuhkan atensi khusus. Langkah strategis ini sangat selaras dengan visi PU608 yang berkomitmen penuh dalam mengentaskan angka kemiskinan ekstrem hingga menyentuh titik nol persen. Pendidikan diyakini sebagai instrumen yang paling efektif dan efisien dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memiliki masa depan yang lebih cerah.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!