Sabtu, 29 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Penuhi Kebutuhan MCK, Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air Bersih untuk Warga Banjar  ·  Dukung Layanan Irigasi Aceh Tenggara, Kementerian PU Rehabilitasi dan Rekonstruksi DI Lawe Alas  ·  Banjir Melanda Parigi Moutong, Kementerian PU Gerak Cepat Siagakan Peralatan Penanganan  ·  Kementerian PU Percepat Penyelesaian Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat  ·  Kementerian Pekerjaan Umum Bangun IPA 2 x 50 Liter per Detik untuk Perkuat Layanan Air Minum di Kab. Kubu Raya  ·  Tindak Lanjut Koordinasi Pascagempa, Menteri Dody Tinjau Kondisi Danau Kelimutu  ·  Kementerian PU Terus Perkuat Penanganan Kekeringan dan Karhutla di Kalimantan  ·  Menteri PU Lapor Presiden: Konektivitas Jalan Nasional Flores Kembali Pulih
Banjir Melanda Parigi Moutong, Kementerian PU Gerak Cepat Siagakan Peralatan Penanganan

Banjir Melanda Parigi Moutong, Kementerian PU Gerak Cepat Siagakan Peralatan Penanganan

Berita Pu 8 dibaca

Parigi Moutong - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu merespons dengan cepat bencana banjir yang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu (26/8) sekitar pukul 01.00 WITA. Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengakibatkan meluapnya debit air dari Sungai Morongi. Berdasarkan catatan Pos Curah Hujan Toboli pada 25 Agustus 2026, tingkat curah hujan pada periode tersebut mencapai 96,9 milimeter per hari. Luapan air sungai pada akhirnya merendam kawasan permukiman warga serta memutus akses jalan di wilayah tersebut.

Menanggapi peristiwa ini, Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di lingkungan kementeriannya merupakan elemen krusial dalam menunjang penanggulangan bencana di berbagai daerah. Beliau menginstruksikan agar seluruh jajaran segera turun ke lapangan sesaat setelah bencana terjadi dengan prioritas utama memulihkan pelayanan akses bagi masyarakat. Lebih lanjut, Menteri Dody memastikan bahwa Kementerian PU akan terus menjalin koordinasi yang solid dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait demi mewujudkan penanganan yang cepat dan efektif.

Banjir bandang tersebut telah menimbulkan dampak kerugian yang cukup signifikan di sejumlah titik permukiman. Berdasarkan hasil pendataan, wilayah terdampak meliputi Dusun 2 dengan jumlah korban mencapai 28 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa, serta kawasan Perumahan Nelayan yang berdampak pada 40 kepala keluarga. Selain merendam 55 unit bangunan dan merusak 12 bangunan lainnya, terjangan air juga merobohkan pagar sebuah pabrik durian serta menimbun ruas Jalan Trans Sulawesi dengan lumpur dan bongkahan kayu sepanjang kurang lebih 500 meter.

Sebagai langkah tindak lanjut di lapangan, BWS Sulawesi III Palu secara aktif berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, serta aparat desa setempat. Guna mempercepat proses pemulihan, BWS telah menyiagakan sejumlah alat berat dan perlengkapan darurat, seperti ekskavator, truk trailer, mesin pompa, hingga material penahan banjir. Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana BWS Sulawesi III Palu juga langsung diterjunkan ke lokasi untuk mendata kerusakan infrastruktur sekaligus memberikan dukungan penanganan sesuai dengan kebutuhan mendesak warga. Di samping itu, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah dijadwalkan akan mengirimkan dua unit Mobil Tangki Air (MTA) pada esok hari (28/8/2026) guna memastikan pasokan air bersih bagi para korban dapat terpenuhi.

Meskipun saat ini genangan banjir telah surut, Kementerian PU bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait tetap bersiaga memantau kondisi Sungai Morongi dan infrastruktur yang terdampak. Berbagai rencana penanganan lanjutan juga tengah disiapkan untuk memastikan aktivitas keseharian masyarakat dan fungsi prasarana umum dapat segera kembali normal. Sebagai langkah mitigasi ke depan, Kementerian PU mengimbau seluruh warga, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Morongi dan kawasan rawan banjir, untuk senantiasa waspada terhadap ancaman curah hujan tinggi serta mematuhi setiap instruksi dan arahan resmi dari petugas di lapangan.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!