Sabtu, 08 Agustus 2026 Portal Berita · Indonesia
Terkini
Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 Rampung, Perkuat Konektivitas dan Pemerataan Ekonomi Wilayah Timur Pula  ·  Menteri Dody Pastikan Kementerian PU Tangani 492 Titik Kekeringan  ·  Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lombok Barat yang Terdampak Kekeringan  ·  Kementerian PU Kolaborasi dengan PMI Tangani Dampak Kekeringan di Kabupaten Kubu Raya  ·  Sudah Fungsional, Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara Siap Sambut MPLS Tahun Ajaran 2026-2027  ·  Menteri Dody Pastikan Rehabilitasi Irigasi Rawa Sawah di Kuantan Singingi Perkuat Swasembada Pangan  ·  Tinjau Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri Dody Targetkan Pembangunan Tuntas Akhir Agustus  ·  Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air di Aceh Tetap Aman saat Musim Kemarau
Tinjau Fasilitas SRT 1 Sragen, Menteri PU Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Pendidikan Unggul

Tinjau Fasilitas SRT 1 Sragen, Menteri PU Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Pendidikan Unggul

Berita Pu 28 dibaca

SRAGEN – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sragen di Jawa Tengah pada Minggu (26/7/2026). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana pendidikan beroperasi secara optimal bagi para peserta didik baru.

Dalam kunjungannya, Menteri Dody mengecek langsung berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, sanitasi, tempat ibadah, hingga sarana olahraga.

Fasilitas Lengkap, Tinggal Penyempurnaan Minor

Berdiri di atas lahan seluas 59.000 meter persegi, SRT 1 Sragen telah bertransformasi menjadi kawasan pendidikan terpadu yang komprehensif. Kompleks ini dilengkapi dengan asrama siswa, rumah susun bagi tenaga pengajar, masjid, kantin, dapur umum, perpustakaan, hingga fasilitas olahraga.

Menteri Dody mengonfirmasi bahwa secara umum pembangunan fisik telah rampung dan siap difungsikan.

"Sebetulnya ini sudah selesai dan sudah bisa langsung difungsikan oleh siswa-siswi baru. Hanya tinggal penyempurnaan atau pembenahan minor saja pada beberapa bagian, seperti kelancaran saluran air di kamar mandi dan pengecekan talang air," jelasnya.

Pesan Meraih Kesuksesan Tanpa Rasa Rendah Diri

Di sela-sela peninjauan, Menteri Dody juga menyempatkan diri berdialog dengan para siswa yang tengah mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia memberikan motivasi agar para siswa memanfaatkan fasilitas dari negara ini dengan sebaik-baiknya.

Mewakili amanat Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dody berpesan agar para peserta didik belajar dengan tekun tanpa perlu merasa tertinggal atau rendah diri.

"Jangan pernah merasa rendah diri. Sekolah Rakyat justru hadir untuk memberikan kesempatan kepada kalian untuk meraih kesuksesan di masa depan. Jika kalian sukses, keluarga akan sejahtera, dan insyaallah negara kita juga akan semakin maju," pesan Menteri Dody di hadapan para siswa.

Progres Nasional dan Rencana Ekspansi Tahap 3

Secara nasional, program pembangunan Sekolah Rakyat telah menunjukkan progres yang sangat positif dan memasuki tahap akhir penyelesaian. Dari total 93 lokasi pembangunan di seluruh Indonesia, hanya sekitar 9 lokasi yang progres fisiknya masih di bawah 90 persen.

Menteri Dody menjelaskan bahwa keterlambatan minor di segelintir lokasi tersebut murni disebabkan oleh kendala logistik akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau. Namun, seluruh proyek kini telah memasuki tahap akhir (finishing) dan dipastikan siap mendukung kegiatan belajar mengajar.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian PU tengah menyiapkan proses lelang untuk pembangunan 100 Sekolah Rakyat Tahap 3. Proyeksi jangka panjang dari program pengentasan kemiskinan ini adalah mendirikan setidaknya satu Sekolah Rakyat berkapasitas 2.000 hingga 3.000 siswa di setiap kabupaten.

"Sekolah Rakyat adalah salah satu program utama pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan menyekolahkan anak-anak dari keluarga prasejahtera, kita berharap mereka mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya, sekaligus menyiapkan fondasi SDM yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045," tutup Menteri Dody.

Tulis Komentar
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!